Coretan Tembok

Artikel ini pernah dimuat dalam akumassa.orghttp://akumassa.org/kontribusi/sukabumi-jawa-barat/coretan-tembok/ )

Cerita dari seorang kawan lama . . .


Buruh!  Mereka adalah tulang punggung dari sebuah perusahaan tempat mereka bernaung. Mereka adalah motor untuk memajukan parusahaan itu,  mereka faktor terpenting dari kemajuaan perusahaan itu dan mereka sumber daya manusia yang sangat dibutuhkan.

dariwarga_coretan tembok_01

Tapi akhir-akhir ini semenjak diterapkan sistem outsourcing atau sistim kerja kontrak, mereka seperti terpenjara oleh aturan yang membelenggu mereka. Apalagi mereka dibayang-bayangi dengan kebijakan pemutusan kerja jika kontrak mereka selesai atau habis kontrak. Kebijakan sepihak yang sangat merugikan mereka di jaman seperti ini saat semua orang kesulitan mencari pekerjaan.

Terkadang peraturan-peraturan yang dibuat para pemimpin tidak relevan dan membuat mereka harus kerja lebih keras. Jika mereka melakukan kesalahan sekecil apa pun, mereka terancam pemutusan kerja. Padahal peraturan ini tidak sebanding dengan apa yang telah mereka sumbangsihkan untuk perusahaan itu. Setiap hari mereka bermandikan keringat, dan suasana panas dalam pabrik mereka abaikan demi mencapai hasil yang memuaskan. Penyakit pun, tak ayal, gampang menyerang mereka.

Menurut apa yang saya lihat di kamar mandi tempat saya bekerja (salah satu pabrik di daerah Sukabumi), sebagian besar buruh melampiaskan segala unek-uneknya di sana.  Salah satunya dengan mencorat-coret dinding kamar mandi.

dariwarga_coretan tembok_02

Kenapa kamar mandi…?

Mungkin karena kamar mandi adalah salah satu tempat yang strategis karena setiap hari digunakan dan otomatis siapa pun yang menggunakannya bisa membaca dan memahaminya. Coretan-coretan itu menghimpun hampir semua keluh dan kesah, ada yang memaki ada pula yana memotivasi. Melalui media coretan-coretan dinding itu para buruh mungkin merasa tenang karena segala apa yang mereka rasakan bisa tercurahkan.

dariwarga_coretan tembok_03

Hampir di seluruh dinding kamar mandi penuh dengan coretan-coretan para buruh. Ada yang berkeluh kesah tentang pekerjaan mereka, keluarga mereka, ada pula kalimat-kalimat kotor yang entah ditujukan kepada siapa. Saling memaki, memuji, semuanya mereka curahkan di dinding kamar mandi itu.

dariwarga_coretan tembok_04

***

“Lamun peraturan ditingkatken!!! Gaji oge ditingkatken atuh, Pak.” (Kalau peraturan ditingkatkan!!! Gaji juga ditingkatkan, Pak)

“Nanti saya pertimbangkan. Ok!!”

“Okelah ditunggu”

Itulah salah satu kutipan percakapan coretan di kamar mandi. Entah siapa yang berkeluh dan entah siapa pula yang menjawab.

“Gaji letik teuing, teu mahi-mahi.” (gaji kecil banget, enggak cukup-cukup)

“Peraturan teu berlaku jeung atasan mah.” (peraturan tidak berlaku buat atasan)

“Operator we ditindas wae…” (Operator saja yang terus ditindas)

“Cing atuh ka anu di laluhur, upami ngadamel peraturan baru teh saimbangkeun sareng kenaikan gajina.” (yang ada di atas, kalau membuat peraturan itu, seimbangkan juga dengan kenaikan gajinya)

***

Dan banyak lagi keluh kesah lainnya tentang pekerjaan yang menurut mereka tidak seimbang dengan gaji. Peraturan terus ditingkatkan, tetapi gajinya masih segitu-gitu saja. Tentang rencana mereka akan berdemo pada Hari Buruh tanggal 1 Mei 2010 kemarin, tertulis pula di dinding kamar mandi tersebut. Mereka juga kadang menulis kata-kata makian yang bersifat kotor untuk atasan mereka.

dariwarga_coretan tembok_05

Melalui media tulisan ini, saya hanya ingin menyampaikan pada para pemimpin perusahaan-perusahaan untuk sedikit lunak dan sedikit memperhatikan kesejahteraan para buruh, loyalitas yang mereka miliki sangat tinggi. Mereka membutuhkan pekerjaan untuk membiayai kehidupannya dan keluarganya. Para buruh juga sangat dibutuhkan demi kelanjutan sebuah perusahaan, jadi saling membutuhkan. Tolong hapus sistem kerja outsourcing atau sistem kerja kontrak. Tolong pentingkan kesejahteraan kami, kaum buruh.

Sukabumi, 30 Juni 2010

Fajar Sidiq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s