Rel Kereta Parungkuda Diganti

Photo-0029

Tanggal 1 November lalu aku pulang ke Parungkuda. Seperti biasa, untuk menuju rumah dari Jalan Raya Parungkuda, aku harus melewati Stasiun Parungkuda terlebih dahulu. Stasiun ini sudah ada sejak dulu, kata Abah (Kakekku), stasiun ini dibangun saat jaman Belanda dulu. Dan menurut Abah lagi, dulu kereta yang melewati stasiun ini banyak. Setiap pagi hari, selalu ada saja kereta yang berpapasan. Katanya, kereta itu digunakan untuk penumpang dan mengangkut barang. Daun teh dari Jayanegara, sering dikirim dengan menggunakan kereta ini. Di setiap harinya kereta ini akan mengirim penumpang dan barang ke Bogor dan Sukabumi. Kereta itu bolak balik untuk menuju kedua kota tersebut.

Saat ini kereta yang transit di Stasiun Parungkuda hanya satu, dua kali dalam sehari. Pagi, pukul enam pagi, kereta akan menuju Bogor. Dan sekitar pukul enam sore kereta akan kembali untuk menuju Sukabumi. Keretanya berwarna hijau dengan tulisan Boemi Geulis, Bumi Cantik.

Photo-0039

Aku sering menggunakan kereta ini untuk pulang ke Parungkuda untuk mendapatkan waktu perjalanan yang lebih cepat. Berangkat dari Bogor sekitar pukul lima sore. Dengan kereta ini, perjalanan dari Lenteng Agung menuju Parungkuda, akan memakan waktu yang singkat yaitu sekitar satu setengah jam. Kalau menggunakan angkutan bus, bisa menghabiskan waktu perjalanan sekitar 3-4 jam. Tentu saja aku lebih sering menggunakan kereta daripada bus.

Photo-0040

Kepulanganku hari itu, aku menggunakan bus, karena aku tidak dapat mengejar pukul lima sore untuk sampai di Bogor. Dan aku sampai di Parungkuda sekitar pukul sebelas malam. Ketika aku sampai pada saat akan menyeberangi rel kereta, ada yang aneh. Di tengah gelapnya malam, aku tersandung oleh batu-batu kerikil. Dan apa yang kulihat di dalam gelap itu, rel keretanya berantakan!

Photo-0030

Aku melihat ke sekeliling, dan memang berantakan ternyata. Relnya jadi lebih tinggi. Aku harus menjajaki bukit batu-batu kecil untuk menuju rel yang biasa datar itu. Aku jadi terus-terusan tersandung malam itu. Aku sudah seperti tidak mengenali jalan ini lagi. Seperti jalan baru yang aku lewati. Setelah menyeberangi rel, aku harus menuruni beberapa anak tangga untuk sampai ke rumah.

Photo-0032

Beberapa minggu kemudian aku kembali. Setelah merantau cukup lama di Lenteng Agung, Jakarta, aku memutuskan untuk pulang ke Parungkuda dan bekerja di kampungku, mencari suasana dan pengalaman baru. Rel-rel itu masih saja berantakan, tapi ada rel-rel baru di sana. Rel-rel berwarna bening menggantikan rel yang sudah menghitam kusam. Ternyata ada perbaikan. Di sana. Rel dibuat lebih tinggi, namun kali ini, baru satu rel yang diperbaiki. Jalan raya kecil pun harus dibuat jadi lebih tinggi. Tak jarang aku melihat mobil-mobil yang terpaksa harus menaikkan moncong mereka. Tak jarang pula aku menyaksikan moncong itu beradu dengan aspal ketika menuruni tanjakan kecil itu.

Photo-0034

Photo-0035

Pagar-pagar putih dipasang untuk menjadi pembatas rumah dan jalanan kereta.

Photo-0037

Bagiku, perbaikan yang sedang dilaksanakan ini pastinya bermanfaat bagi warga Parungkuda, terutama untuk akses ke luar kota yang lebih baik. Meskipun aktivitas warga sedikit terganggu karena adanya perbaikan ini, tapi  aku berharap, perbaikan rel ini dapat menjadi titik awal bagi keberlangsungan pelayanan kereta yang lebih baik lagi.

Ageung

Satu pemikiran pada “Rel Kereta Parungkuda Diganti

  1. Stasiun UI, sekarang ini, juga sedang mengalami perbaikan… beberpa kios yang sebelumnya ada di pinggiran rel dihancurkan dan (sepertinya) akan diganti dengan ruangan baru untuk kepentingan fasilitas stasiun. Selain itu, tembok di dekat halte UI dijebol dan dijadikan gerbang baru untuk perlintasan menyebrang rel bagi warga di sekitaran UI agar bisa keluar masuk UI dengan lebih cepat (tidak perlu memutar ke tempat tiket).
    Hehehe…
    Informasi yang menarik, Ageung… ditunggu tulisan-tulisan selanjutnya.. #asyek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s