jarak pandang di pekanbaru

Tulisan kali ini merupakan kabar dari Zikri yang, akhirnya, mendapat kesempatan untuk pulang kampung ke Pekanbaru, Riau, setelah lebih kurang tiga tahun tidak pulang-pulang, persis seperti Bang Toyib. Silakan dibaca, yak!😀

***

Cap warga lokal Pekanbaru sepertinya sudah hilang sama sekali di kulitku. Memijakkan kaki kembali di kota ini setelah 3 tahun yang lalu, entah mengapa, aku merasa begitu asing; aku merasa ada jarak antara aku dan Si Kota Bertuah.

Perpustakaan Daerah Provinsi Riau
Perpustakaan Daerah Provinsi Riau

Mendekat untuk menyapa Sang Kota saja aku begitu kikuk. Aku tak bisa melihat narasi-narasi kecil yang tersebar banyak di kota ini. Padahal, kata saudaraku narasi-narasi itu begitu menggoda, persis seperti cerita-ceritaku tentang Kota Depok dan Jakarta. Aku seakan hanya mampu melihat dengan mata pelancong yang belum pernah berbincang dengan kota ini.

DSC02435

Sudah hampir seminggu di sini, aku berdiam diri di dalam rumah saja. Baru sore, tanggal 22 Januari 2013, aku memaksa diri untuk mencoba berjalan kaki walau tak jauh, hanya sampai di depan kantor gubernur (lima belas menit berjalan kaki dari rumah).

DSC02436

Tiga tahun. Sebenarnya, tak begitu banyak ada perubahan pada Pekanbaru. Ibukota Riau ini sedikit berdandan untuk mempercantik wajahnya dibandingkan ketika aku masih terbiasa menaiki angkot dari rumah menuju sekolah.

DSC02449DSC02466 DSC02443

Di Jalan Sudirman, selain ada fasilitas Bus Trans Metro Pekanbaru, sekarang sudah ada dua flyover yang begitu pendek. Temanku pun ragu apakah jalan itu bisa disebut sebagai flyover. Di sebelah kantor gubernur, sudah ada gedung tinggi, yakni menara Bank Riau, yang dahulu merupakan tempat gedung Dang Merdu berdiri. Tugu di depan kantor gubernur yang dulu adalah tugu pesawat terbang, sekarang berganti dengan tugu patung orang. Kata temanku, orang-orang di kota ini sering menyebutnya ‘tugu porno’ atau ‘tugu mesum’ karena patung yang berdiri di sana bergaya erotis dan memperlihatkan pantatnya. Lebih jauh ke arah Pasar Pusat, ada banyak bangunan-bangunan baru, seperti tempat clubbing, mall baru, dan waralaba baru. Sementara itu, Jalan Sudirman ke arah Harapan Raya, tidak ada perubahan yang mencolok selain semakin banyaknya ruko-ruko. Di Jalan Tuanku Tambusai juga begitu. Pada dasarnya, tidak ada perubahan ke arah pembangunan yang berarti. Inilah pendapatku dari kacamata orang yang tidak akrab dengan kampung halaman sendiri.

DSC02438 DSC02476 DSC02475DSC02487 DSC02490 DSC02493

Beberapa tangkapan yang begitu sedikit ini memang bukan hasil dari sebuah observasi yang baik. Aku mengambilnya sepintas lalu tanpa ada tendensi untuk membingkai sebuah cerita. Niat untuk mencoba mengunjungi tempat-tempat kenangan di kota ini pun perlahan-lahan surut. Aku sendiri tidak tahu mengapa bisa begitu.

DSC02447

Satu minggu ke depan, aku masih berada di kota ini. Untuk sementara, yah, nikmati sajalah beberapa foto yang ada. #asyek

Pekanbaru, 22 Januari 2013

Zikri

4 pemikiran pada “jarak pandang di pekanbaru

  1. Postingan yang menarik, Saya juga mahasiswa Pekanbaru yang terbilang jarang pulang ke Kota asal (saya kuliah di Jakarta). Namun memang harus diakui dalam kurun wakut 3 tahun bahkan jeda 1 tahun terakhir Pekanbaru memang giat dalam proses pembangunan terlebih INFRASTRUKTUR. Saya tinggal di Rumbai, setahun lalu, jalan Yos Sudarso yang menghubungkan kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir dengan jembatan Siak itu hanya dua jalur , namun sekarang telah ditingkatkan menjadi 4 jalur beserta median jalan lengkap dengan LPJ hias. Tidak hanya demikian, pembangunan Rumbai Sport Center terpadu lengkap dengan SMA olahraga juga dilanjutkan seiring dengan berlangsungnya pesta olahraga nasional PON XVIII di Provinsi Riau. Pemprov Riau juga membangun 4 jembatan besar sekaligus di ibukota prov, RIau ini! Jembatan Sultan Muhammad Ali alias Jembatan Siak III dan dua fly over dengan paduan arsitektur Melayu modern, serta saat ini jembatan SIak IV yang dalam pengerjaan , coba cari saja pemerintah daerah mana yang dalam kurun setahun bisa menyelesaikan pembangunan mega project ini sekaligus?? Belum lagi penyelesaian Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri, The Peak tower, terminal baru bandara Sultan Syarif Kasim II , Pemko Pekanbaru membangun dua monumen sekaligus untuk mengangkat icon dan khas kota bertuah melalui tugu Selais Tiga Sepadan dan tugu kemilau songket Melayu Terpanjang di persimpangan. Pemrpov Riau juga berhasil memberikan image tradisi Riau kepada masyarakat Indonesia melalui Tugu Tari Rakyat (Tugu Zapin Melayu) (please jangan terlalu ngeres mengkritisi… karena kita masyarakat modern) yg terletak persis didepan kantor Gubernur Riau, dibangun oleh Maestro pematung Nasional I Nyoman Nuarta yang sukses melahirkan karya besar Garuda Wisnu Kencana di Bali. Main Stadium yang menjadi stadion raksasa kedua di Pekanbaru, dan pembangunan ruas-ruas jalan baru di masing2 venue dan juga venue2 fasilitas lengkap olahraga di Pekanbaru, saya dan teman-teman setuju dan Ya ! ini adalah sebuah perubahan kearah pembenahan, hanya saja…… kritik kita pada pemko Pekanbaru sekarang ialah harus dilakukan pembenahan dan penertiban PKL yang kian marak dan juga masalah kebersihan. Kota ini sudah menjadi super magnet bagi orang2 di luar prov, Riau untuk datang mengadu nasib di Kota Bertuah ini, sehingga perlu ditegakkannya peraturan demi kenyamanan bersama masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s