Kuliah untuk Insentif??

404519_381173311894172_574656990_n

Pada tahun 2011, aku mulai mengajar di sebuah Taman Kanak-Kanak (TK), berawal ketika aku sedang menjalani kursus kependidikan guru TK atau kami biasa menyebutnya KPG TK. Setelah beberapa bulan menjalani kursus, aku diberi penawaran oleh pihak yayasan KPG TK untuk mulai magang di sebuah Taman Kanak-kanak di daerah Sumber Rejo, Balikpapan Tengah. Tanggal 8 Agustus 2011, aku mulai magang di TK Mutiara Bunda dengan jumlah peserta didik sebanyak 41 siswa. Di TK Mutiara Bunda, terdapat tiga Rombel (rombongan belajar), aku mengajar di kelas A. semuanya berjalan lancar dan menyenangkan, sampai aku diangkat jadi Guru Tetap di TK Mutiara Bunda.

485902_552131321465036_1220825577_n

Setiap bulannya, kami mengadakan rapat Kelompok Kerja Gugus (KKG). Dari sana lah aku mulai mendengar informasi tentang validasi dan insentif. Aku belum mengerti apa yang dimaksud dengan validasi dan insentif. “Aku akan bertanya saja pada Bu Retno saat di sekolah,” pikirku. Bu Retno adalah guru yang mengajar di kelompok B.

534022_459199097424926_1994720120_n

Ternyata, validasi adalah kegiatan pemeriksaan perangkat pembelajaran di TK oleh pengawas dari Diknas. Lalu aku bertanya, “Bu, aku ikut validasi juga, kah?”

“Iya lah kamu ikut juga,” jawab Bu Retno. “tapi, kan kamu belum punya NUPTK, jadi tidak dapat uang validasi.”

Nah, aku tambah bingung, apa lagi itu NUPTK.

“NUPTK itu apa, Bu?”

“Itu, loh, Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan,” jelas Bu Retno. “tapi kamu, kan belum dua tahun ngajar, jadi belum bisa ngurus NUPTK. Lagian sekarang harus S1 kalau mau ngurus NUPTK”.

Ooh jadi gitu toh.

Setelah aku bertanya sana sini, akhirnya aku dapat jawaban perihal validasi dan insentif.  Validasi adalah pemeriksaan perangkat belajar seperti Rencana Kegiatan Harian, Program Semester, Program Tahunan, Rangkuman Penilaian dan lain-lain. Sepertinya, ada 14 perangkat seluruhnya yang harus dikumpulkan oleh satu orang guru. Dan setelah validasi guru-guru yang sudah mempunyai NUPTK akan mendapat tunjangan sebesar  Rp. 300.000/ 6 bulan. Sedangkan insentif adalah tunjangan profesi yang diberikan pemerintah pusat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jumlah uang tunjangan yang diperoleh oleh setiap guru yang telah memenuhi syarat, yaitu sebesar Rp. 700.000/ 3 bulan.

10274_506842042660631_689091471_n

Tujuan dari pemberian insentif sendiri, yaitu untuk meningkatkan kualitas mengajar guru-guru dan penyetaraan. Aku mendengar isu kalau ternyata tahun 2014 semua guru Taman Kanak-Kanak harus S1 Paud. Dan yang belum S1 Paud, namanya akan dihapus dari database penerima tunjangan fungsional. Dengan adanya isu tersebut, guru-guru yang belum S1 berlomba-lomba masuk Universitas jurusan S1Paud. Aku pun mendengar teman-teman seprofesi yang bercerita tentang bagaimana mereka mendapatkan uang untuk kuliah. Ada yang pinjam ke bank, pinjam tetangga, ya pokoknya pinjam sana-sini buat kuliah. “Lan sayang kalau nggak dapat insentif, uang gaji sih buat jajan anak saja pas-pasan” celoteh temanku.

550863_459200364091466_1755814654_n 534157_459200684091434_2075940135_n 248011_459201534091349_281643644_n 208964_459180134093489_1916950052_n 600684_459199497424886_1712176196_n

Jadi, intinya mereka kuliah hanya untuk mempertahankan tunjangan saja, sedikit sekali yang berniat kuliah karna benar-benar ingin meningkatkan kualitas mengajar. Sayang sekali, semoga niatku untuk kuliah tidak berubah hanya karena adanya tunjangan dari pemerintah.

Balikpapan, 30 April 2013

Alit

Satu pemikiran pada “Kuliah untuk Insentif??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s