gudang itu ada karena dia ada

“Abah, sepeda Alit, teh, rusak apanya?” Tanyaku kepada Abah, kakekku.

Abah berjalan menuju kamarnya yang tak berdaun pintu. Dulunya, kamar itu ruangan tertutup, berpintu, tapi merupakan ruangan tak terpakai sebelum Abah tinggal bersama aku dan keluarga. Kini, dinding dan pintunya telah dibongkar dan menjadi kamar tidur Abah. Aku tak terlalu ingat tahun berapa Abah mulai tinggal bersama kami. Ketika diajak tinggal bersama kami, entah mengapa Abah memilih ruangan yang telah terbuka itu menjadi kamarnya. Padahal, masih ada satu kamar lainnya yang kosong. Ruangan yang sekarang sudah menjadi kamar itu hanya dibatasi lemari pakaian yang cukup tinggi, hampir menyentuh atap.

Abah
Abah

“Abah, sepeda Alit, yang rusak apanya?” Sekali lagi aku bertanya padanya, tetap tidak mendapat tanggapan apa-apa. Maklum, usia Abah sudah lanjut dan indera pendengarannya sudah mulai berfungsi kurang baik.

Ia berjalan kembali menuju kamar mandi dengan memakai celana boksernya. “Pasti dia mau mengambil wudhu!” ujarku dalam hati. Adzan Ashar sudah berkumandang saat itu.

Kutunggu dia selesai shalat. Satu-persatu rakaat sudah selesai. Dan aku kembali bertanya, “Abah sayang, sepedanya Alit rusak apanya?”

Akhirnya dia mendengarku, terlihat dari gerak-geriknya menuju cermin di dinding dan mengambil kunci gudang. Di gudang itulah sepeda Alit tersimpan.

dariwarga_ageung_gudang itu ada karena dia ada_20

Dilihat dari luar, rumahku berbentuk seperti hurup U. Ruang belakang dan ruang depan terletak berhadapan. Jadi kalau dipikir-pikir, rumahku sepertinya tidak memiliki ruang depan dan belakang. Hanya karena ada ruang tamu, bagian sebelah itu menjadi ruang depan. Dan hanya karena ada dapur, bagian rumah yang itu menjadi ruang belakang. Dan lagi, karena gudang berada di deretan dapur, akhirnya dia berada di bagian rumah paling belakang.

Abah memutar kunci gudang, dan terbukalah bengkel Abah. Bermacam-macam barang ada di sana. Mulai dari alat-alat perkakas, alat memancing dan, tentunya, benda yang kutanyakan tadi: sepeda. Aku pun lupa, kapan gudang ini dibangun. Saat Ayah membeli rumah, gudang ini belum berdiri. Yang pasti, gudang ini ada karena Abah ada di rumah kami.

dariwarga_ageung_gudang itu ada karena dia ada_02

Abah adalah seseorang yang gemar mengumpulkan alat-alat (perkakas). Dulu, barang-barangnya disimpan di kolong tempat tidur. Sampai-sampai, tidak ada celah untuk tikus di kolong tempat tidurnya. Kini, setelah ada gudang, paling tidak, ada sedikit celah di kolong tempat tidurnya.

dariwarga_ageung_gudang itu ada karena dia ada_03 dariwarga_ageung_gudang itu ada karena dia ada_11 dariwarga_ageung_gudang itu ada karena dia ada_10 dariwarga_ageung_gudang itu ada karena dia ada_dariwarga_ageung_gudang itu ada karena dia ada_09 dariwarga_ageung_gudang itu ada karena dia ada_08 dariwarga_ageung_gudang itu ada karena dia ada_07 dariwarga_ageung_gudang itu ada karena dia ada_06 dariwarga_ageung_gudang itu ada karena dia ada_05 dariwarga_ageung_gudang itu ada karena dia ada_04

Tak jarang keluarga dan tetangga kami meminjam peralatan yang ada di gudang Abah. Tentunya, harus ada izin darinya, karena dia lah yang memegang kunci gudang. Tak jarang pula, aku meminta Abah memperbaiki sesuatu yang membutuhkan alat dari gudang. Sering kali sendalku putus talinya dan Abah siap untuk memperbaikinya. Abah memiliki satu set alat tukang sol sepatu.

dariwarga_ageung_gudang itu ada karena dia ada_12dariwarga_ageung_gudang itu ada karena dia ada_16dariwarga_ageung_gudang itu ada karena dia ada_13dariwarga_ageung_gudang itu ada karena dia ada_14dariwarga_ageung_gudang itu ada karena dia ada_17dariwarga_ageung_gudang itu ada karena dia ada_15dariwarga_ageung_gudang itu ada karena dia ada_18dariwarga_ageung_gudang itu ada karena dia ada_19

Jangankan peralatan sol sepatu, bahkan peralatan tambal ban pun, Abah memilikinya. Pernah suatu kali, ban sepeda motorku bocor. Abah dengan peralatannya sangat sigap menambal ban motor. Setelah ditambal, ketika motor itu digunakan lagi, belum ada 5 menit, tambalannya bocor kembali. Tak apa, karena pada waktu itu adalah pertama kalinya Abah menambal ban. Setelah itu, Abah tidak pernah mencobanya lagi.

dariwarga_ageung_gudang itu ada karena dia ada_01

Dan semua peralatan itu dia simpan digudang tercintanya. Gudang ini sudah seperti kamar keduanya; kamar yang ada karena dia ada.

Parungkuda, 15 Juni 2013

Ageung

Satu pemikiran pada “gudang itu ada karena dia ada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s