lawas

Kampung Sawah dulu kala_03

Beberapa bulan yang lalu, aku dan ibu melakukan pekerjaan yang sangat melelahkan: membersihkan rumah, sekaligus mengubah tata letak benda-benda di rumah. Kebetulan, Teh Asih, yang dulu menyewa kamar di bagian belakang rumah, sudah pindah entah ke mana. Karenanya, kamar belakang kosong tak ada yang menempati. Abah pun ingin menempatinya sebagai kamar. Dulunya, kamar beliau ada di ruang keluarga, berupa ruang yang dindingnya dibatasi oleh lemari.

Kampung Sawah dulu kala_01

Ternyata, ketika beberes rumah, barang-barang Abah yang tertinggal di tempat bekas kamarnya itu tidak sedikit. Sampai-sampai, aku dan ibu membutuhkan beberapa kali istirahat di tengah-tengah barang-barang yang berantakan. Di kolong tempat tidur, ditemukan berbagai macam barang, seperti sepatu, sendal, alat perkakas, kabel, tas, dan sebagainya. Di lemari pakaian, kami juga menemukan bangkai-bangkai korek yang tersusun rapih. Dan di dalam lemari, kami menemukan benda yang dibungkus oleh kantong plastik berwarna putih. Setelah dibuka, ternyata di dalamnya berisi beberapa album foto lama. Dan di sinilah aku menemukan harta karun.

Kampung Sawah dulu kala_02

Namanya juga harta karun, pastilah berharga. Tapi bukan emas seperti yang sering kita saksikan di filem. Foto Kampung Sawah. Tempat di mana saat ini rumah kami berada. Adanya foto itu, sedikit banyak, menggambarkan situasi dan kondisi di masa lalu yang akhirnya menyebabkan kampung ini dinamakan Kampung Sawah.

Kampung Sawah dulu kala_04

Tanda hijau dalam foto di atas adalah tempat rumah kami berdiri saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s