di bandara

dari Bandara kau kirim kabar singkat
padaku. Alumunium bersayap belum lagi berangat.
ya, kita tahu jadwal tak pernah tepat.

dari Bandara kau mulai bercerita
padaku. Keluarga sedang bercanda tawa.
ya, kita suka gembira di depan kamera.

Ziiing, satu pesawat mengudara
Angin mengajak rambutmu menari
Jesss, pesawat lain tiba.
Angin menggodamu berlari.

dari Bandara kau mulai bercerita.
padaku. Keluarga riang bergaya.
Ada Abah, Ibu, Ayah, Indah, Alit, Randi, dan kau juga.
suka bergembira di depan kamera.

di album dalam folder demi folder ini
kucoba menafsir dengan cara kini
kulihat nan berseri, di beberapa sisi kau berdiri.

di Bandara, tentunya, narasi ini bermula
di layar ini, jadinya, narasi itu terwacana
aku warga, kau warga, mereka warga, kalian warga, kita warga.

kisah paling menggoda adalah ketika warga yang bercerita
biar sejenak bergembira jadi warga Bandara
dengan kamera kita bersuka ria.

Jakarta, 6 Januari, 2014

Arisp & Dokumentasi : Dian Ageung Komala
Kurasi & Puisi: Tooftolenk Manshur Zikri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s